Perjalanan Yang Berkesan Saat bertemu Paus di Pulau Banyak

0

Perjalanan yang sangat menyenangkan ketika berkunjung ke Pulau Banyak menemukan salah satu mamalia yang berukuran besar yaitu seekor Paus. Paus yang diduga jenis Bryde Whale ini muncul kepermukaan beberapa kali saat tim dan wisatawan sedang asyik menikmati terumbu karang di sekitar perairan dangkal kawasan Pulau Banyak, tepatnya disekitar Pulau Asok.

Tekong sebutan untuk kapten kapal, Bapak Badrun yang pertama kali melihat. Dan Saya sendiri juga  melihat paus tersebut muncul kepermukaan hingga mampu mengabadikan dengan kamera. Awalnya para wisatawan dan kru yang lain tidak percaya kemudian setelah beberapa waktu menunggu akhirnya paus tersebut kembali muncul kepermukaan dan dalam intens waktu yang cukup lama.

Ingin rasanya kami mendekati Paus tersebut, dan segera mengajak wisatawan yang sedang berada di air untuk segera naik ke atas kapal. Namun Pak Badhe (Nama akrab tekong kapal) mengatakan “Jika kita kesana langsung lari ikan pausnya, kuat pendengaran ikan paus itu, suara speedboat ini besar”. “bapak ada dayung sampan kan, sini biar aku yang dayung” sangking antusiasnya ingin mengabadikan lebih dekat paus tersebut.  Akhirnya kami harus menahan diri untuk melihat paus dari kejauhan yang berkisar 200-500 meter. Dari sekian banyak perjalanan yang saya lakukan kesana, baru kali ini melihat langsung Ikan Paus. Sebelumnya hanya ikan lumba-lumba saat menuju Pulau Tailana, dan juga penyu yang berenang dibawah air disekitar Pulau Rangit Besar.

Keesokan hari, perasaan senang itu langsung berubah ketika mendengar kabar dari salah satu penumpang kapal yang juga seorang nelayan di Pulau Banyak mengatakan bahwa seekor ikan paus mati di sekitar daerah Ujung Sialit, Pulau Haloban Kecamatan Pulau Banyak Barat sambil menunjukan foto ke kami. Flash back langsung teringat paus yang kami lihat semalam. Rasa penasaran tersebut saya tahan sampai hari ini setibanya di medan. Mengingat diperjalanan susah sinyal.

Setelah melakukan riset singkat, ternyata paus yang mati bukanlah paus yang kami lihat kamarin. Dari data Tim Gabungan BBKSDA, TNI AL, dan Badan Sar Pulau Banyak yang dimuat dari beberapa media, Bangkai Paus sudah membusuk dan diperkirakan mati sejak sepekan yang lalu. Ini yang menjadi jawaban bahwa paus yang mati bukanlah paus yang kami lihat semalam.  Paus ini sudah mengeluarkan aroma busuk dan harus segera dikuburkan. Rencananya Paus tersebut akan di kuburkan di Ujung Sialit, namun hari ini saat tim gabungan datang kelokasi  ternyata bangkai ikan paus sudah tidak ditemukan lagi. Dugaan sementara paus telah tenggelam atau hilang terbawa oleh arus laut.

Dari nelayan yang memberikan kabar kematian paus tersebut, terdapat beberapa paus disekitar perairan Pulau Banyak, begitu juga dengan ikan lumba-lumbanya. Hal tersebut juga diperkuat dari pernyataan wisatawan yang kami dampingi juga mengatakan bahwa “kami sewaktu pergi dari pelabuhan singkil, juga melihat lumba-lumba bg, tapi cuma sekali saja”.

Selain keindahan pantai dan terumbu karang yang ada di perairan pulau banyak, beberapa satwa langka seperti Penyu, Paus dan lumba-lumba juga menjadi daya tarik wisatawan.  Tak heran jika Pulau Banyak masih menjadi tujuan favorit untuk berwisata.

Lantas, bagaimana dengan paus yang kami lihat kemarin? Apakah kemunculannya saat itu disekitar perairan dangkal sedang mencari rekannya yang mati? Atau memang keberuntungan kami dan wisatawan saat itu. Bagi kamu yang belum pernah ke Pulau Banyak, jangan ditunda-tunda lagi, atau kalian yang sudah, coba nikmati beberapa paket perjalanan Pulau Banyak bersama kami yang tak hanya sekedar berwisata namun juga berkontribusi terhadap lingkungan dan social ekonomi masyarakat. Cek info selengkapnya disini.

Salam dari kami, Biro Perjalanan Ekowisata SOHIB NATURE “Fun & Education”.
Teks & Foto : Mawan

 

 

Share.

About Author

Leave A Reply