Memahami Apa itu Gunung Api dan Keberadaannya di Indonesia

1

Gunung api, sudah menjadi kata yang tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia. Apalagi bagi kalangan para pendaki yang suka menjelajahi gunung-gunung di Indonesia bahkan ke mancanegara. Lantas, Apa sih pengertian dari gunung api dan bagaimana itu bisa terjadi? Dan berapa banyak jumlah gunung api yang ada di Indonesia? Berikut ulasannya yang kami rangkum dibawah ini.

Gunung berapi adalah sebuah gunung yang memiliki kawah yang berisi magma dari dalam perut bumi. Gunung berapi di Bumi terbentuk dikarenakan keraknya terpecah menjadi 17 lempeng tektonik utama yang kaku yang mengambang di atas lapisan mantel yang lebih panas dan lunak. Untuk di wilayah Indonesia sendiri yang merupakan kawasan Cincin Api Pasifik (daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik) terbentuknya gunung berapi disebabkan karena gerakan konvergen lempeng tektonik yang saling mendekat. Fenomena ini sangat unik, sebab Gunung berapi biasanya tidak terbentuk di wilayah dua lempeng tektonik bergeser satu sama lain. Contohnya, di pegunungan bawah samudra seperti punggung tengah atlantik terdapat gunung berapi yang terbentuk dari gerak divergen lempeng tektonik yang saling menjauh.

Sampai tahun 2012, terdapat 127 gunung berapi yang berstatus aktif. Dua orang vulkanolog yakni Tom Simkin dan Lee Siebert, dalam bukunya “Volcanoes of the World” mengelompokan keberadaan gunung api Indonesia berdasarkan letak geografis.

1. Sumatera
Peta yang menunjukkan lokasi gunung berapi dan garis patahan geologi Sumatera.
Terdapat 35 Gunung Api di Regional Sumatra yang berada di jajaran pegunungan yang disebut dengan Bukit Barisan. Bukit Barisan ini sendiri membentang dari Utara (Aceh) hingga ke selatan pulau (Lampung) dengan panjang ± 1.700 km. Untuk gunung api terbesar di Region Sumatra yaitu Supervolcano Toba yang meletus 74.000 tahun yang lalu. Letusan dari gunung api toba mencapai ke area kutub utara dan hampir memusnahkan seluruh populasi manusia di bumi. Dan kini, kawah dari gunung api toba dikenal dengan nama Danau Toba dan ditengahnya muncul kaldera baru yang kita kenal dengan Pulau Samosir. Besarnya danautoba memiliki panjang 100km dan lebar 30 km. Untuk melihat daftar gunung api yang lainnya, cek disini

2. Selat Sunda & Jawa
Selat sunda merupakan lautan pemisah antara Pulau Sumatra & Pulau Jawa, ditengahnya terdapat Pulau Vulkanik yaitu Krakatau. Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883 dan memusnahkan dua pertiga pulau dan menyisahkan kaldera besar dibawah laut. Aktivitas vulkanogi lainnya di Krakatau memunculkan gunung api baru yang dikenal dengan Anak Krakataau, serta gunung api lainnya seperti sertung, panjang dan Rakata.
Di Pulau Jawa sendiri terdapat 45 gunung api yang berstatus aktif. Jika dibandingkan dengan Pulau Sumatra, Gunung api di Pulau Jawa memiliki konsentrasi keaktifan yang lebih tinggi. Diantaranya Gunung Semeru yang terus mengeluarkan letusan sejak tahun 1967. Gunung Merapi yang meletus pada tahun 2010, dan termaasuk gunung Izen yang setiap hari dimanfaatkan warga lokal dalam pengambilan belerang.

3. Kepulauan Sunda Kecil
Kepulauan Sunda Kecil adalah kepulauan kecil yang membentang dari barat ke timur, terdiri dari Pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor; kesemuanya berlokasi di pinggiran landas Benua Australia. Gunung berapi di wilayah ini terbentuk karena kerak samudera dan pergerakan landas benua. Terdapat 29 gunung berapi di wilayah ini yang berstatus aktif. Beberapa gunung berapi membentuk sebuah pulau sepenuhnya, misalnya Pulau Sangeang Api. Gunung Tambora di Pulau Sumbawa meletus pada 5 April 1815, dengan skala 7 VEI dan dianggap sebagai letusan terhebat dalam catatan sejarah.

4. Laut Banda
Laut Banda di sebelah selatan Kepulauan Maluku terdiri dari sekelompok pulau-pulau kecil. Tiga lempeng tektonik bawah laut utama; Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia, telah bertemu di sana sejak zaman Mesozoikum. Gunung api di Laut Banda umumnya berupa pulau-pulau, tetapi ada juga beberapa gunung api bawah laut. Dari data yang ada, sedikitnya ada 14 Gunung api di wilayah ini, dua diantaranya yaitu Banua Wuhu (kedalaman 5 meter dibawah permukaan laut) dan Submarine 1922 di kedalaman 5000 meter dibawah permukaan laut.

5. Halmahera
Pulau Halmahera di sebelah utara Kepulauan Maluku terbentuk oleh pergerakan tiga lempeng tektonik yang menghasilkan dua pegunungan yang saling berpotongan. Sebuah busur vulkanik membentang dari utara ke selatan di Halmahera bagian barat, beberapa di antaranya adalah pulau-pulau vulkanik, misalnya Gamalama dan Tidore. Pulau tempat Gamalama berada adalah Ternate, yang telah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah sejak Portugis tiba di pulau tersebut pada tahun 1512. Karena posisinya sebagai pusat perdagangan sejak Zaman Penjelajahan, catatan sejarah letusan gunung api di Halmahera telah ada sejak abad ke-16. Dari data yang ada sedikitnya terdapat 16 Gunung api di wilayah ini, dan letusan terakhir terjadi pada tahun 9 Juli 2007 yaitu Gunung Gamkonora (1.635 mdpl)

Share.

About Author

1 Comment

  1. Pingback: Daftar Gunung Api Di Pulau Sumatra

Leave A Reply