Gunung Api di Halmahera

0

Pulau Halmahera di sebelah utara Kepulauan Maluku terbentuk oleh pergerakan tiga lempeng tektonik yang menghasilkan dua pegunungan yang saling berpotongan. Sebuah busur vulkanik membentang dari utara ke selatan di Halmahera bagian barat, beberapa di antaranya adalah pulau-pulau vulkanik, misalnya Gamalama dan Tidore. Pulau tempat Gamalama berada adalah Ternate, yang telah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah sejak Portugis tiba di pulau tersebut pada tahun 1512. Karena posisinya sebagai pusat perdagangan sejak Zaman Penjelajahan, catatan sejarah letusan gunung api di Halmahera telah ada sejak abad ke-16.

Aktivitas Gunung Gamalama yang tidak pernah berhenti bergolak tidak menghentikan kehidupan 185.705 warga Ternate di kaki dan punggung Gunung Gamalama. Justru jumlah penduduk terus bertambah dengan laju pertambahan penduduk per tahun mencapai 4,72 persen atau sekitar 8.000 orang. Bangunan-bangunan baru juga terus bermunculan karena adanya kota Ternate yang merupakan pintu masuk ke Provinsi Maluku Utara. 

Aktivitas gunung Gamalama yang berkelanjutan juga memunculkan adanya tradisi Kololi Kie, yang kini digelar rutin setiap bulan April sebagai salah satu pertunjukan dalam Festival Legu Gam, pesta rakyat Maluku Utara. Tradisi masyarakat Gamalama warisan nenek moyang ini berupa sebuah ritual tradisional mengitari Gunung Gamalama sambil mengunjungi sejumlah tempat dan makam-makam keramat. Ritual ini dilakukan sebagai pengharapan agar Gamalama tidak meletus

Nama Bentuk Ketinggian Letusan terakhir (VEI) Geolokasi
Tarakan kerucut piroklastik 318 meter (1.043 ft) tidak diketahui 1,83°LU 127,83°BT
Dukono kompleks 1,335 meter (4,38 ft) 13 Agustus 1933 (3) 1,68°LU 127,88°BT
Tobaru tidak diketahui 1,035 meter (3,40 ft) tidak diketahui 1,63°LU 127,67°BT
Ibu stratovulkan 1,325 meter (4,35 ft) Mei 2005 (0) 1,488°LU 127,63°BT
Gamkonora stratovulkan 1,635 meter (5,36 ft) 9 Juli 2007 (?) 1,38°LU 127,53°BT
Todoko-Ranu kaldera 979 meter (3.212 ft) tidak diketahui 1,25°LU 127,47°BT
Jailolo stratovulkan 1,130 meter (3,71 ft) tidak diketahui 1,08°LU 127,42°BT
Hiri stratovulkan 630 meter (2.070 ft) tidak diketahui 0,9°LU 127,32°BT
Gamalama stratovulkan 1,715 meter (5,63 ft) 31 Juli 2003 (2) 0,8°LU 127,33°BT
Tidore stratovulkan 1,730 meter (5,68 ft) tidak diketahui 0,658°LU 127,4°BT
Mare stratovulkan 308 meter (1.010 ft) tidak diketahui 0,57°LU 127,4°BT
Moti stratovulkan 950 meter (3.120 ft) tidak diketahui 0,45°LU 127,4°BT
Makian stratovulkan 1,357 meter (4,45 ft) 29 Juli 1988 (3) 0,32°LU 127,4°BT
Tigalalu stratovulkan 422 meter (1.385 ft) tidak diketahui 0,07°LU 127,42°BT
Amasing stratovulkan 1,030 meter (3,38 ft) tidak diketahui 0,53°LS 127,48°BT
Bibinoi stratovulkan 900 meter (3.000 ft) tidak diketahui 0,77°LS 127,72°BT
Share.

About Author

Leave A Reply